Pelanggan kancut

Friday, September 23, 2016

Kekurangan kelebihan vaping

Tau vaping kan? Itu lho rokok elektrik. Menurut info yang gue dapet, vaping ini bisa menjadi solusi untuk perokok yang sedang berusaha untuk berhenti merokok. Dan lebih low poison ketimbang rokok analog. Stik pe'es kali ah analog...

Gue sendiri seorang perokok. Sehari gue ngerokok ga kurang dari sebungkus. Bahkan lebih. Tapi karena penasaran, jadilah gue ikutan nyobain nge-vaping. Terhitung sampai tulisan ini gue posting. Udah seminggu gue nge-vaping. Ada beberapa perbedaan yang gue rasakan setelah nyobain vaping dibanding ngerokok biasa. Dan berikut gue tuliskan kekurangan dan kelebihan vaping menurut pengalaman pribadi gue selama bebarapa hari ini nge-vaping.

Taste.

Berbeda dengan rokok biasa yang rasanya berasal dari tembakau. Rasa yang didapat dari vaping berasal dari sebuah liquid atau cairan yang berasal dari penggabungan dari cairan-cairan yang lain. Yang pasti cairan ini aman untuk di konsumsi.
Liquid yang dibuat pun banyak varian rasanya. Yang paling umum ditemuin itu biasanya rasa buah-buahan. Gue sendiri pas pertama beli starter kit vaping ini, udah include dengan liquid. Rasa anggur menjadi pilihan liquid gue waktu beli kemaren. Plis jangan kaitkan pilihan gue tersebut dengan lagu Megi Z..

Pertama kali nyoba, jujur not too bad lah dimulut. Cuma yang gue kurang suka itu after taste nya aja. Ada sedikit rasa anyep dimulut walaupun rasa anggurnya masih tetep berasa. Dan setelah beberapa saat gue menikmati vaping, mulut gue berasa kering.

Menurut temen gue yang udah lebih dulu terjun ke dunia vaping, liquid yang gue pake itu kurang bagus. Dan gue disarankan buat ganti liquid. Well, karena penasaran, akhirnya gue beli liquid baru. Lumayan agak mahal siy. 175rb isi 50mili. Ternyata bener, liquid yang baru ini lebih nyaman dimulut gue. Walaupun masih ada rasa kering dimulut, Cuma after tastenya gue suka. Kaya ada manis-manisnya gitu. Ini bukan iklan. Tapi emang beneran rasanya begitu.

Ditinjau dari banyaknya rasa. Vaping lebih unggul klo dibandingin sama rokok biasa.

Fleksibelitas.

Kalo dibandingin dengan rokok biasa yang bentuknya cuma kotak doang. Vaping bentuknya lebih beragam dan terdiri dari beberapa part. Gue ga bakal bahas partnya apa aja. Karena gue juga belum paham-paham amat.

Yang repotnya ngevaping ini, kita mesti bawa charger sebagai isi ulang powernya. Bawa liquid untuk isi ulang cairannya. Dan untuk orang yang udah pro ngevaping. Peralatannya lebih riweuh lagi. Ada koil, kapas, gunting, dll. Klo diliat sekilas, mirip ama mantri sunat keliling.

So, dilihat dari fleksibelitas. Rokok analog lebih unggul karena cuma butuh korek doang.

Aroma.

Walaupun asapnya kaya fogging nyamuk. Tapi aroma yang ditimbulkan dari vaping lumayan bikin nyaman dihidung. Nyaman disini bukan hanya untuk si pemakai vaping. Tapi lebih kelingkungan sekitar. Gue sering mendapatkan tanggapan yang bagus pas lagi ngevaping di depan orang yang bukan perokok. "Enak ya baunya. Kaya permen.", "oh, ini bau ketek saya." Timpal gue. Walaupun abis itu gue di jauhi gara-gara tanggepan gue itu.

Untuk aroma, vaping unggul lagi.

Budget.

Untuk bisa ngevaping. Budget pertamanya emang agak sedikit berasa. Gue pribadi kemaren beli starter kit nya aja 250rb + liquid yang agak bagusan 175rb. Total 425rb. Klo diliat dari pemakaian gue, kayanya satu botol liquid itu bakal abis sekitar sebulanan lebih.

Klo di konfersi dengan pemakaian rokok biasa. Gue sehari sebungkus (bahkan bisa lebih). Satu bungkus 20rb x sebulan. 600rb. Tetep vaping lebih hemat ketimbang rokok biasa.

untuk sesi budget. Dalam case gue ini. Vaping memang lebih unggul. Cuma budget ini relatif juga sih sebenernya. Makin bagus part dan liquid yang dipake. Makin besar juga budget yang dikeluarin.

Efek samping.

Perlu diketahui, selama seminggu ini gue ngevaping, gue tetap iringi dengan rokok biasa. Cuma ada sedikit perubahan pas gue ngerokok biasa. Gue jadi mual. Karena hal itu, rokok biasa jadi agak sedikit gue kurangi. Sampai saat ini, gue cuma bisa bertahan 2 batang perhari. Well, sebuah kemajuan klo gue memang ingin berhenti merokok. Cuma yang pasti budget untuk rokok gue sedikit berkurang.

***********

Entah itu ngefek atau nggak buat perokok yang pengen berenti ngerokok. Cuma yang gue rasain, nge-vaping ini bisa mengurangi kadar ketergantungan terhadap rokok biasa. Dan agak naif klo gue bilang ngevaping atau ngerokok itu ada sisi positifnya. Tetep yang positif itu ga ngerokok sama sekali.

So, buat lo yang pengen sensasi baru ngerokok, mungkin bisa nyoba ngevaping. Sukur-sukur bisa berenti ngerokok. Klo ga berenti ya mau diapain. Polusi rokok masih kalah kok sama polusi kendaraan. Sesat banget gue..

Chiao!!







Friday, September 16, 2016

Tipe-tipe pengguna sosial media.

Boleh dibilang sosial media sekarang udah menjadi kebutuhan bagi kebanyakan orang. Ga terkecuali gue. Kayanya klo sehari ga mantau atau update status, hidup kaya ga lengkap. Kaya sayur asem tapi rasanya ga asem. Aneh. Dan yang labih aneh lagi gue make sayur asem sebagai perumpaan. Aneh.


Disatu sisi, karena saking banyaknya pengguna sosmed ini, beragam orang yang 'unik' mulai bermunculan. Entah emang udah bawaan atau bukan. Tapi pengguna sosmed ini agak lucu menurut gue.

Berikut gue bikin tipe-tipe pengguna sosmed menurut pengamatan gue.


Tipe Hoax.

Mungkin elo semua pernah baca berita yang tajuknya mengundang kontroversi seperti, "Jenifer Lopez memilih hidup sebagai tukang pacul setelah lama tidak dapat order menyanyi." atau "Ternyata boker sambil kayang dapat meluruskan sendi tulang belakang!!". Yap, tipe hoax sering menyebarkan berita-berita ga mutu kaya gini. Yang pasti beritanya jauh dari kata kebenaran. udah baca capek-capek, taunya ngibul. Kampret abis.

Tujuan dari tipe ini menyebarkan berita ga jelas itu biasanya untuk meningkatkan trafic dari suatu website. Dan bloon-nya lagi, yang baca banyak banget! Abis itu di share lagi. Mungkin yang baca ga terima klo doi dikibulin. Jadi di share lagi biar bukan doi doang yang kena kibul. Dan pada akhirnya semua bloon bareng.


Tipe Pedagang.

Tipe ini biasanya sering 'nyampah' di komen-komen. Entah itu di sosmed nya para artis atau disuatu tema yang sedang hangat diperbincangkan. "Semenjak pakai krim kodok ini, Payudaraku jadi tambah besar 2 meter. Suami makin betah dirumah!!" atau "Ki muke senep. Ahli tafsir angka togel. Dijamin tembus!" (KENAPA GA ELU AJA YANG MASANG TOGELNYA SETAN!!!). Kira-kira seperti itu iklan yang sering dituliskan sama tipe ini. Yang pasti anoying banget. Gue klo bisa bertatap muka sama tipe ini, Insya Allah matanya gue colok pake wortel.


Tipe Amin.

Tipe ini biasanya memposting gambar-gambar orang yang lagi kena musibah sambil di iringi kata-kata "Mari kita doakan saudara kita yang sedang tertimpa musibah ini agar diberi ketabahan. Mohon amin-kan tulisan ini". Dan entah kenapa yang ngaminin banyak banget. Bisa ribuan bahkan jutaan yang ngaminin. Entah ada efeknya apa nggak (kayanya sih nggak). Yang jelas gue berharap tipe ini segera dapet hidayah biar bisa update status yang lebih mutu lagi. Mohon amin kan tulisan gue ini guys.

Amin..


Tipe haters.

Dari tipenya aja udah bisa kebaca. Tipe ini menebarkan aroma-aroma kebencian disetiap postinganya. Dari pemimpin kafir lah, Jokowi klo tidur gaya kupu-kupu lah, macem-macem! Pokonya berusaha gimana supaya para pembaca bisa ikutan benci sama objek yang lagi dia bahas. Yang pasti tipe ini butuh sentuhan ruqiah biar hatinya adem.


Well, kira-kira begitulah tipe-tipe pengguna sosmed menurut pengamatan gue. Gue berharap pengguna sosmed kedepannya bisa makin pinter dalam menshare postingan yang bermanfaat. Tolong aminkan tulisan gue ini.

amin.